Manakala hati menggeliat mengusik renungan
Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta
Suara semalam dan siang seakan berlagu
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Aku tak pernah pergi selalu ada di hatimu
Kau tak pernah jauh slalu ada di dalam hatiku
Sukmaku berteriak menegaskan ku cinta padamu
Terima kasih pada Maha Cinta menyatukan kita
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapapun insan Tuhan pasti tahu
Cinta kita sejati.....
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian,....
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapapun insan Tuhan pasti tahu
Cinta kita sejati.....
Lembah yang berwarna
Membentuk melekung memeluk kita
Dua jiwa yang melebur jadi satu
Dalam kesucian cinta.....
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapapun insan Tuhan pasti tahu
Cinta kita sejati.....
*Cinta sejati....
Aku percaya bahwa cinta sejati itu ada....
Dan aku ingin cinta sejatiku itu adalah kamu.. :)
Percayalah,,, aku hanya cinta kamu :(
My name is Azizah, Welcome to my blog :) Hanya sebuah blog sederhana Berisi cerita yang real original dari saya :)
Rabu, 14 Agustus 2013
My Life Story (Part V)
G. Kelas Baru
Sepatu hitamku ini mengantarkanku untuk melangkah menuju ke halaman sekolah itu, dan kemudian membawaku ke ruang kepala sekolah. Yaa.. seperti sekolah lain, setiap siswa yang baru pasti terlebih dahulu bertemu dengan kepala sekolah. Baru setelah itu, akan diperkenalkan dengan kelas yang baru.
Teeeeeettttt............
Bunyi bel menandakan semua siswa harus masuk ke kelas masing - masing.
Mereka berlarian layaknya di kejar oleh macan yang baru lepas dari kandang. Semakin lama semakin habis .. habis.. dan kemudian sepi.
Aku pun segera diantarkan oleh Kepala Sekolah untuk menuju ke kelas baruku. kelas yang akan aku tempati di kelas VIII ini.
Yapp... sampai sudah kakiku ini melangkah. Dan terhenti tepat di depan pintu kelas VIII H.
Sejenak aku terus memandangi papan nama kelas yang tergantung rapi di atas pintu berwarna coklat itu, yaaa Grade VIII H. Kelas VIII H. Nama kelas VIII yang terakhir.
Aku terus berpikir, apakah kelas di sekolah ini sama dengan kelas di sekolahku?
Kalau kelas di sekolahku, kelas terakhir adalah tempat anak - anak yang kurang disiplin, apakah di sini juga? Ahhh.. mungkin karena aku siswa baru, jadi aku ditempatkan di kelas terakhir.
Ku langkahkan kakiku untuk menuju ke dalam ruang kelas baru yang asing bagiku. Ku beranikan untuk menatap wajah - wajah baru, ku tatap mata mereka satu per satu. Dari ujung terdepan sampai paling pojok belakang dekat dengan sapu, dan kemoceng yang tergantung rapi. Dan.. Ya Tuhan.... ada satu wajah yang menurutku sudah tidak asing lagi......
Seseorang yang pertama kali berhasil membuka hatiku, dan dia kali ini tersenyum lebar lagi kepadaku... Yaaa.. benar sekali... Dia adalah Indra.. Pangeran hatiku, betapa bahagianya hatiku hari ini setelah tahu kalau ternyata dia juga sekolah di sini... Oh My God.. Semoga ini menjadi awal yang baik bagiku.. :)
Sepatu hitamku ini mengantarkanku untuk melangkah menuju ke halaman sekolah itu, dan kemudian membawaku ke ruang kepala sekolah. Yaa.. seperti sekolah lain, setiap siswa yang baru pasti terlebih dahulu bertemu dengan kepala sekolah. Baru setelah itu, akan diperkenalkan dengan kelas yang baru.
Teeeeeettttt............
Bunyi bel menandakan semua siswa harus masuk ke kelas masing - masing.
Mereka berlarian layaknya di kejar oleh macan yang baru lepas dari kandang. Semakin lama semakin habis .. habis.. dan kemudian sepi.
Aku pun segera diantarkan oleh Kepala Sekolah untuk menuju ke kelas baruku. kelas yang akan aku tempati di kelas VIII ini.
Yapp... sampai sudah kakiku ini melangkah. Dan terhenti tepat di depan pintu kelas VIII H.
Sejenak aku terus memandangi papan nama kelas yang tergantung rapi di atas pintu berwarna coklat itu, yaaa Grade VIII H. Kelas VIII H. Nama kelas VIII yang terakhir.
Aku terus berpikir, apakah kelas di sekolah ini sama dengan kelas di sekolahku?
Kalau kelas di sekolahku, kelas terakhir adalah tempat anak - anak yang kurang disiplin, apakah di sini juga? Ahhh.. mungkin karena aku siswa baru, jadi aku ditempatkan di kelas terakhir.
Ku langkahkan kakiku untuk menuju ke dalam ruang kelas baru yang asing bagiku. Ku beranikan untuk menatap wajah - wajah baru, ku tatap mata mereka satu per satu. Dari ujung terdepan sampai paling pojok belakang dekat dengan sapu, dan kemoceng yang tergantung rapi. Dan.. Ya Tuhan.... ada satu wajah yang menurutku sudah tidak asing lagi......
Seseorang yang pertama kali berhasil membuka hatiku, dan dia kali ini tersenyum lebar lagi kepadaku... Yaaa.. benar sekali... Dia adalah Indra.. Pangeran hatiku, betapa bahagianya hatiku hari ini setelah tahu kalau ternyata dia juga sekolah di sini... Oh My God.. Semoga ini menjadi awal yang baik bagiku.. :)
Happy Scouting Day :)
*14 Agustus 2013.....
Hari ini hari apa ya?? Ya saya tahu kalau ini hari Rabu,, maksudnya.. ada yang istimewa kah dengan hari ini??? Emmttt.. Ada yang tahu? Yaps betul sekali, Hari ini tepat Hari Ulang Tahun Pramuka yang ke-52.
Siapa sih yang nggak kenal dengan pramuka.... Praja Muda Karana. Waow,, pasti keren banget bukan? Ya pasti keren lah.... apalagi kalau makai seragam pramuka, pasti tambah keren deh...
Kalau udah ngebicarain soal pramuka,, jadi inget deh waktu kegiatan jamda dulu....
Tahu nggak Jamda itu apaan?
Jamda itu singkatan dari Jambore Daerah..... Awalnya aku juga nggak tahu sih apa itu jamda, dan aku pikir, kalau ikut jamda itu nggak enak, eh ternyata setelah ikutan, pengin ikut kegiatan itu lagi deh.... tapi, sayangnya kegiatan itu hanya dilakukan, kalau nggak salah setiap 2 tahun sekali. Jadi ya aku beruntung banget deh, bisa ikut kegiatan ini.
Jamda yang aku ikuti itu, berlangsung dari tanggal 21 - 26 Juni 2012. Yaaa... anniversary.nya udah lewat deh :D . Aku ikut Jamda, ketika aku masih duduk di bangku kelas VII, waktu itu aku masih belum bisa berinteraksi dengan mudah dengan orang lain, dan aku berusaha untuk menolak mengikuti kegiatan itu. Tapi,, karena atas perintah sekolah.. ya udah deh aku ikut kegiatan itu...
Dan ternyata,,... akunya ketagihan deh, ikut perkemahan selama satu minggu di karanganyar itu...
Emmhhhh.... Kalau pengin tahu ceritaku tentang jamda, lihat post berikutnya yaaa :)
Oh iya.. kembali lagi ke hari Pramuka...
Pramuka menurutku adalah sesuatu yang sangat penting bagi setiap pelajar. Karena, dalam pramuka, terdapat hal - hal positif yang sangat berguna bagi setiap diri pelajar.
Pramuka mengajarkan kita kemandirian, mencintai alam, dan belajar bekerja sama serta berinteraksi dengan sesama pramuka lain.
Sesuai dengan lambangnya, yaitu tunas kelapa. Kelapa adalah pohon yang kuat dan dapat tumbuh dimana - mana, begitu juga pramuka. Pramuka akan selalu kokoh dan hidup dimanapun ia berada.
Mungkin, sebagian orang menganggap bahwa pramuka itu adalah suatu kegiatan yang amat sangat tidak penting dan membosankan. Padahal, sebenarnya pramuka itu adalah suatu kegiatan yang sangat menarik. karena selain unsur pendidikan, di dalamnya juga dimasukkan beberapa unsur permainan yang langsung berinteraksi dengan alam.
Seperti pramuka di sekolah saya misalnya,...
Saya sangat senang apabila disuruh ikut berbagai kegiatan pramuka, meskipun itu akan membuat tubuh saya capek atau kepanasan. Tapi, itu semua tidak akan pernah terasa apabila kita mengikuti semua kegiatan itu dengan senang dan ikhlas.
Hampir selama kelas 7, saya jarang absen dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Karena, saya benar - benar ingin tahu dan menjelajahi pramuka. Because... saya berharap... suatu saat nanti, saya bisa berkeliling dan menjelajahi dunia lewat kegiatan pramuka. Yaaa seperti kegiatan jamda yang sudah sedikit saya ceritakan tadi,.. Meskipun baru keliling ke tingkat Jawa Tengah saja.
Yaa.. gapapalah.. semoga besok bisa ke tingkat nasional dan internasional. Amiiin...
Sebenarnya, ada tawaran untuk ikut Jambore Dunia di Singapura. Tapi sayang.. sekolah tidak mengizinkan, karena biayanya harus ditanggung sendiri oleh siswa dan biayanya pun tidak sedikit.
Membutuhkan biaya sebesar 10 Juta , untuk bisa ikut Jamdun yang hebat itu..
Aku sebenernya pengin banget ikut itu, tapi yaaa.... dari mana saya dapat uang sebanyak itu? Ngejual sapi sekandang dulu kali yeeee biar bisa ikutt... allamak.. X_X
Emmhhh... Okey Guys,,,, Itu tadi sedikit cerita tentang pramuka pada diri saya.
So,,, sebagai generasi pemuda Indonesia.. Ayoo bergabung dalam gerakan Pramuka Indonesia, dan teruskan jejak Bapak Boden Powell ....
Selamat Hari Pramuka Sobat..!!!!!!!!!!!!!!!! :)
SATYAKU KU DHARMAKAN, DHARMAKU KU BAKTIKAN...
Hari ini hari apa ya?? Ya saya tahu kalau ini hari Rabu,, maksudnya.. ada yang istimewa kah dengan hari ini??? Emmttt.. Ada yang tahu? Yaps betul sekali, Hari ini tepat Hari Ulang Tahun Pramuka yang ke-52.
Siapa sih yang nggak kenal dengan pramuka.... Praja Muda Karana. Waow,, pasti keren banget bukan? Ya pasti keren lah.... apalagi kalau makai seragam pramuka, pasti tambah keren deh...
Kalau udah ngebicarain soal pramuka,, jadi inget deh waktu kegiatan jamda dulu....
Tahu nggak Jamda itu apaan?
Jamda itu singkatan dari Jambore Daerah..... Awalnya aku juga nggak tahu sih apa itu jamda, dan aku pikir, kalau ikut jamda itu nggak enak, eh ternyata setelah ikutan, pengin ikut kegiatan itu lagi deh.... tapi, sayangnya kegiatan itu hanya dilakukan, kalau nggak salah setiap 2 tahun sekali. Jadi ya aku beruntung banget deh, bisa ikut kegiatan ini.
Jamda yang aku ikuti itu, berlangsung dari tanggal 21 - 26 Juni 2012. Yaaa... anniversary.nya udah lewat deh :D . Aku ikut Jamda, ketika aku masih duduk di bangku kelas VII, waktu itu aku masih belum bisa berinteraksi dengan mudah dengan orang lain, dan aku berusaha untuk menolak mengikuti kegiatan itu. Tapi,, karena atas perintah sekolah.. ya udah deh aku ikut kegiatan itu...
Dan ternyata,,... akunya ketagihan deh, ikut perkemahan selama satu minggu di karanganyar itu...
Emmhhhh.... Kalau pengin tahu ceritaku tentang jamda, lihat post berikutnya yaaa :)
Oh iya.. kembali lagi ke hari Pramuka...
Pramuka menurutku adalah sesuatu yang sangat penting bagi setiap pelajar. Karena, dalam pramuka, terdapat hal - hal positif yang sangat berguna bagi setiap diri pelajar.
Pramuka mengajarkan kita kemandirian, mencintai alam, dan belajar bekerja sama serta berinteraksi dengan sesama pramuka lain.
Sesuai dengan lambangnya, yaitu tunas kelapa. Kelapa adalah pohon yang kuat dan dapat tumbuh dimana - mana, begitu juga pramuka. Pramuka akan selalu kokoh dan hidup dimanapun ia berada.
Mungkin, sebagian orang menganggap bahwa pramuka itu adalah suatu kegiatan yang amat sangat tidak penting dan membosankan. Padahal, sebenarnya pramuka itu adalah suatu kegiatan yang sangat menarik. karena selain unsur pendidikan, di dalamnya juga dimasukkan beberapa unsur permainan yang langsung berinteraksi dengan alam.
Seperti pramuka di sekolah saya misalnya,...
Saya sangat senang apabila disuruh ikut berbagai kegiatan pramuka, meskipun itu akan membuat tubuh saya capek atau kepanasan. Tapi, itu semua tidak akan pernah terasa apabila kita mengikuti semua kegiatan itu dengan senang dan ikhlas.
Hampir selama kelas 7, saya jarang absen dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Karena, saya benar - benar ingin tahu dan menjelajahi pramuka. Because... saya berharap... suatu saat nanti, saya bisa berkeliling dan menjelajahi dunia lewat kegiatan pramuka. Yaaa seperti kegiatan jamda yang sudah sedikit saya ceritakan tadi,.. Meskipun baru keliling ke tingkat Jawa Tengah saja.
Yaa.. gapapalah.. semoga besok bisa ke tingkat nasional dan internasional. Amiiin...
Sebenarnya, ada tawaran untuk ikut Jambore Dunia di Singapura. Tapi sayang.. sekolah tidak mengizinkan, karena biayanya harus ditanggung sendiri oleh siswa dan biayanya pun tidak sedikit.
Membutuhkan biaya sebesar 10 Juta , untuk bisa ikut Jamdun yang hebat itu..
Aku sebenernya pengin banget ikut itu, tapi yaaa.... dari mana saya dapat uang sebanyak itu? Ngejual sapi sekandang dulu kali yeeee biar bisa ikutt... allamak.. X_X
Emmhhh... Okey Guys,,,, Itu tadi sedikit cerita tentang pramuka pada diri saya.
So,,, sebagai generasi pemuda Indonesia.. Ayoo bergabung dalam gerakan Pramuka Indonesia, dan teruskan jejak Bapak Boden Powell ....
Selamat Hari Pramuka Sobat..!!!!!!!!!!!!!!!! :)
SATYAKU KU DHARMAKAN, DHARMAKU KU BAKTIKAN...
SALAM PRAMUKA..!!!!! :)
Kamis, 08 Agustus 2013
Hari Kemenangan
Allahu Akbar... Allahu Akbar.. Allahu Akbar...
Laa illaha illallahu Allahu Akbar..
Allahu Akbar Walillahilhamd...
Malam yang indah.....
Malam ini adalah malam kemenangan bagi seluruh umat islam, takbir berkumandang di setiap sudut desa, begitu juga di desaku.
Semua orang kembali terlahir dalam jiwa yang fitrah, jiwa yang suci. Semua orang telah berhasil dalam melawan dan memerangi hawa nafsu. Dan malam ini, tibalah saatnya bagi kita untuk merayakannya.
Suara petasan terdengar di setiap sudut aku berjalan. Berjalan menyusuri jalan yang penuh dengan gemerlap lampu kemenangan.
Anak - anak kecil berlarian kesana kemari seakan ikut merasakan kemenangan pula, meskipun sebenarnya mereka belum tahu betul apa arti malam ini.
Tibalah bagi kita semua untuk saling bermaaf - maafan, saling berjabat tangan...
Di hari yang fitri ini, semoga kita menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bersih dari hari hari dan bulan bulan kemarin....
Marilah kita tingkatkan amal dan ibadah kita kepada Allah SWT.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H, Minal 'Aidzin Wal faidzin,, Mohon Maaf lahir dan batin.
Ana ketupat kecemplung santen, Yen ana lepat kula nyuwun pangapunten. :)
Laa illaha illallahu Allahu Akbar..
Allahu Akbar Walillahilhamd...
Malam yang indah.....
Malam ini adalah malam kemenangan bagi seluruh umat islam, takbir berkumandang di setiap sudut desa, begitu juga di desaku.
Semua orang kembali terlahir dalam jiwa yang fitrah, jiwa yang suci. Semua orang telah berhasil dalam melawan dan memerangi hawa nafsu. Dan malam ini, tibalah saatnya bagi kita untuk merayakannya.
Suara petasan terdengar di setiap sudut aku berjalan. Berjalan menyusuri jalan yang penuh dengan gemerlap lampu kemenangan.
Anak - anak kecil berlarian kesana kemari seakan ikut merasakan kemenangan pula, meskipun sebenarnya mereka belum tahu betul apa arti malam ini.
***
Lebaran telah tiba.....Tibalah bagi kita semua untuk saling bermaaf - maafan, saling berjabat tangan...
Di hari yang fitri ini, semoga kita menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bersih dari hari hari dan bulan bulan kemarin....
Marilah kita tingkatkan amal dan ibadah kita kepada Allah SWT.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H, Minal 'Aidzin Wal faidzin,, Mohon Maaf lahir dan batin.
Ana ketupat kecemplung santen, Yen ana lepat kula nyuwun pangapunten. :)
Selamat hari lebaran
Minal aidil wal faizin
Mari bersalam-salaman
Saling bermaaf-maafan
Ikhlaskanlah diri mu
Sucikanlah hati mu
Sebulan berpuasa
Jalankan perintah agama
Minal aidil wal faizin
Mari bersalam-salaman
Saling bermaaf-maafan
Ikhlaskanlah diri mu
Sucikanlah hati mu
Sebulan berpuasa
Jalankan perintah agama
Selamat hari lebaran
Minal aidil wal faizin
Mari mengucapkan syukur
Ke hadirat Illahi
Kita berkumpul semua
Bersama sanak saudara
Tak lupa kawan semua
Minal aidil wal faizin
Mari mengucapkan syukur
Ke hadirat Illahi
Kita berkumpul semua
Bersama sanak saudara
Tak lupa kawan semua
Selasa, 06 Agustus 2013
Zakat Fitrah SMP N 1 Rembang
Hari ini, Selasa, 6 Agustus 2013 adalah hari terakhir bagiku untuk menjalankan tugas OSIS. Setelah selama setahun aku menjabat sebagai Ketua Osis, atau yang lebih ngetrand dengan sebutan Ketos, akhirnya pada hari inilah puncak berakhirnya tugasku. Sebenernya masih ada satu tugas sih, tapi nggak terlalu berat dan begitu memakan banyak waktu. Cuma tinggal reorganisasi OSIS aja.
Pembagian zakat tahun ini agak sedikit berbeda dengan tahun - tahun sebelumnya, untuk tahun ini... beras yang akan dibagikan seragam, maksudnya bukan berasnya yang memakai seragam :D tapi.. jenis berasnya disamakan, selain itu bungkusnya juga diberi label SMP 1 Rembang, biar lebih rapih dan sedap dipandang lah....
Untuk pembagiannya dilaksanakan pada pukul 07.30,,, tapi, yang namanya Indonesia, pastilah menggunakan jam karet. Jadi jamnya molor sampai siang....
Untuk pembagian zakat fitrah ini lebih tertib lah, dibandingkan pada saat pembagian daging idul 'adha tahun 2012 kemarin. Terus,,, sisa berasnya pun juga lebih banyak,..dari ratusan kupon yang dibagi, paling hanya 70 % yang diambil,
Emmhh.. apalagi yah?? bingung mau cerita apalagi.. -________________-
yang pasti, hari ini aku udah melakukan tugas suci deh :) Wish ,, diridhoi sama Allah dan pahalanya dilipatgandakan :) amiiinnn.
Oh yaaa,,,, besok malam udah takbir keliling yah?... Selamat Hari Raya Idul Fitri yah?
Minal 'aidzin walfaizin mohon maaf lahir dan batin :)
My Life Story (Part IV)
E. Keyakinan Hati
Tidak seperti biasa, aku hari ini bangun lebih awal dari hari - hari biasanya. Udara dingin masih menyelimuti kota Metropolitan. Tubuhku yang biasanya tidak bisa diajak kompromi, khusus hari ini sangat bersemangat untuk mengikuti kemauanku. Ku beranjak dari ranjang tidurku dan segera bergegas ke kamar mandi tanpa melihat jam yang terpatung manis di meja sebelah ranjang tidurku. Ku lawan udara dingin yang seakan memintaku untuk kembali berbaring di bawah selimut tebal yang menggodaku itu, tapi rasanya pagi ini imanku benar - benar kuat. Kuabaikan semua godaan yang menghampiriku.
Ku ambil air wudlu, kubasuhkan ke wajahku, seakan membuat wajahku yang semalaman meredup kini kembali bersinar terang bak cahaya purnama yang menyinari bumi. Ku ambil mukenah dan mulai kulantunkan lafadz lafadz Allah.
Kupanjatkan do'a memohon kepada Tuhan, semoga di hari ini, hari pertama aku menimba ilmu di kota baru, di lingkungan yang baru, Engkau selalu memberikan perlindungan dan keberkahan buatku, aku percaya Engkau selalu di sisiku. :)
Tidak terasa mobilku sudah memasuki gerbang sekolah, dan aku baru tahu kalau ternyata aku sekolah di SMP N Cendrawasih. Namanya aneh banget yah? kayak nama burung. Emmhh burung cendrawasih itu kan indah dan mendapat julukan paradise bird, burung surga, karena keindahan dan kecantikan bulu - bulunya. Mungkin.. sekolah ini sebagus burung cendrawasih. mungkin.......
Kulangkahkan kakiku untuk turun dari mobil, Ya Tuhan... muridnya banyak banget. Dan ternyata sekolah ini gabung dengan SMA. namanya SMA Garuda,,, aku heran deh,, kenapa sekolah di sini semua seperti nama burung, sungguh aneh tapi nyata. -_-
Begitu aku turun dari mobil, banyak anak yang nglihatin aku. Aduh.. apa ada yang salah ya dengan penampilanku? Apa aku kelihatan norak? Oh My God... mungkin mereka berfikir kalau aku itu orang desa yang baru masuk kota Metropolitan yang anaknya gaul - gaul, nggak seperti aku yang kelihatan katrok ini.
Tapi.. kenapa mereka ngliatin aku sambil senyum - senyum ya? apa aku ini lucu kayak badut.. Uhhhh pengin njerit deh...
Atau jangan - jangan mungkin karena aku cantik dan mereka pikir aku ini Bidadari desa yang nyasar ke Metropolitan? Ah... ada - ada saja aku ini, ... sudahlah abaikan.
Tidak seperti biasa, aku hari ini bangun lebih awal dari hari - hari biasanya. Udara dingin masih menyelimuti kota Metropolitan. Tubuhku yang biasanya tidak bisa diajak kompromi, khusus hari ini sangat bersemangat untuk mengikuti kemauanku. Ku beranjak dari ranjang tidurku dan segera bergegas ke kamar mandi tanpa melihat jam yang terpatung manis di meja sebelah ranjang tidurku. Ku lawan udara dingin yang seakan memintaku untuk kembali berbaring di bawah selimut tebal yang menggodaku itu, tapi rasanya pagi ini imanku benar - benar kuat. Kuabaikan semua godaan yang menghampiriku.
Ku ambil air wudlu, kubasuhkan ke wajahku, seakan membuat wajahku yang semalaman meredup kini kembali bersinar terang bak cahaya purnama yang menyinari bumi. Ku ambil mukenah dan mulai kulantunkan lafadz lafadz Allah.
Kupanjatkan do'a memohon kepada Tuhan, semoga di hari ini, hari pertama aku menimba ilmu di kota baru, di lingkungan yang baru, Engkau selalu memberikan perlindungan dan keberkahan buatku, aku percaya Engkau selalu di sisiku. :)
***
Kupakai seragam putih biru tua ku sewaktu aku sekolah di Bengangon, ku sandang tas baruku, kupakai si hitam di kakiku, berharap merekalah yang akan menemaniku sehari ini di sekolah.
"Wawa.... wawa.." suara Ibu yang dari tadi memanggilku, memintaku untuk segera menuju ke ruang makan untuk sarapan pagi.
Setelah sekian lama aku bercermin di depan kaca, aku pun segera menuju ke lantai bawah untuk sarapan pagi. Dengan diiringi suara derapan sepatu hitamku yang mengkilat karena baru saja selesai aku semir, aku menuju ke meja makan.
Ayah dan Ibu sudah menungguku di meja makan, sedangkan mbok inem lebih memilih untuk makan di belakang saja, walaupun sudah dipaksa ayah untuk ikut bergabung di meja makan bersama kami.
Sarapan ku pagi ini ditemani oleh sepiring nasi goreng khas Bengangon buatan ibu dan semangkok bubur ayam buatan mbok inem, ditambah segelas susu segar yang dibawa ayah dari Bengangon. Cukup lah untuk menyimpan energi untuk di sekolah nanti....
Setelah semua menu aku lahap, aku pun segera bergegas menuju ke mobil. Mulai hari ini dan seterusnya, aku akan berangkat sekolah bersama dengan ayah.
Dengan mengucapkan salam kucium tangan Ibu dan mbok inem, seakan turut mendoakanku untuk hari ini.
"Assalamu'alaikum bu, mbok, doakan aku sukses menempuh hari baruku ini. " batinku
lambaian tangan dari Ibu dan mbok inem terus aku pandang sampai mereka terlihat mengecil, mengecil, dan kemudian menghilang begitu saja dalam penglihatanku. Aku masih begitu ragu dengan apa yang akan terjadi hari ini, tapi... hatiku hari ini benar - benar meyakinkanku, bahwa hari ini will be okey :)
***
F. Bidadari Desa Nyasar ke Metropolitan
Cukup membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menuju ke sekolah baruku. Aku belum sempat bertanya kepada ayahku, di mana dan apa nama sekolah baruku itu. Memang selama perjalanan, aku lebih memilih banyak diam dari pada harus bertanya - tanya kepada ayah. Aku diam bukan karena aku pendiam, tapi karena aku sedang memikirkan dan membayangkan bagaimana sekolahku nanti, bagaimana guru - guruku nanti, apakah seperti guru - guru di Bengangon ataukah guru killer seperti di sinetron - sinetron, bagaimanakah teman - teman baruku? apakah mereka seperti sahabat - sahabatku di kampung, ataukah seperti anak - anak yang di film - film yang sukanya ngebully anak baru? Bagaimanakah ruang kelasnya? nyaman atau justru membuat aku seperti cacing kepanasan? Ahhhh... aku tak mau membayangkan itu semua... aku hanya ingin percaya dengan kata hatiku, bahwa aku yakin semua itu akan baik - baik saja sebagaimana mestinya.
Kulangkahkan kakiku untuk turun dari mobil, Ya Tuhan... muridnya banyak banget. Dan ternyata sekolah ini gabung dengan SMA. namanya SMA Garuda,,, aku heran deh,, kenapa sekolah di sini semua seperti nama burung, sungguh aneh tapi nyata. -_-
Begitu aku turun dari mobil, banyak anak yang nglihatin aku. Aduh.. apa ada yang salah ya dengan penampilanku? Apa aku kelihatan norak? Oh My God... mungkin mereka berfikir kalau aku itu orang desa yang baru masuk kota Metropolitan yang anaknya gaul - gaul, nggak seperti aku yang kelihatan katrok ini.
Tapi.. kenapa mereka ngliatin aku sambil senyum - senyum ya? apa aku ini lucu kayak badut.. Uhhhh pengin njerit deh...
Atau jangan - jangan mungkin karena aku cantik dan mereka pikir aku ini Bidadari desa yang nyasar ke Metropolitan? Ah... ada - ada saja aku ini, ... sudahlah abaikan.
Senin, 05 Agustus 2013
Selamat Idul Fitri
Good afternoon Sob,,, sebentar lagi mau lebaran nih,... Nggak terasa ya satu bulan ini kita lewati begitu cepat... dan sebentar lagi kita akan beralih menuju bulan kemenangan, bulan di mana semua manusia kembali terlahir sebagai manusia yang suci.
Mungkin selama satu bulan ramadhan ini, kita bisa merubah banyak tingkah laku kita, kita bisa menahan hawa nafsu dan menghindari semua larangan Allah. Tapi, kalau sudah selesai Ramadhan kita juga harus tetap bersikap seperti di Bulan Ramadhan ya sob? tetap menjadi seorang yang mempunyai pribadi baik dan suci seperti di bulan ramadhan.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H , Minal Aidzin Wal faizin mohon maaf lahir dan batin. :)
*****
hehe.. maaph yeee ngucapinnya duluan :)
Minggu, 04 Agustus 2013
This is about Me
this is me Azizah :)
Nama ini adalah nama pemberian dari ayah saya. Saya suka dengan nama ini, karena aku cukup menjadi orang yang besar karena nama ini. Aku bangga bangga dengan namaku sendiri.
Okey, cukup tentang nama. Emm.. cukup panggil aku Azizah atau Zaza.
Aku lahir di Rembang, pada Sabtu Legi, 12 Desember 1998. tepatnya dihari itu, ada acara pemilihan kepala desa di desaku. Jadi, aku bangga juga lahir pada tanggal itu.
Waktu kecil, aku sering mencari cari di buku pelajaran tentang peringatan hari besar nasional. Karena aku ingin hari kelahiranku tercantum sebagai hari besar nasional yang selalu di peringati oleh seluruh masyarakat indonesia. Dan ternyata aku menemukan di sebuah buku, bahwa tanggal 12 Desember adalah hari transmigrasi. Aku cukup bangga, walaupun hari transmigrasi tidak begitu terkenal. Tapi, waktu kecil aku kan belum tahu apa - apa, jadi ya wajar lah kalau aku seneng :D
Sekarang aku duduk di bangku kelas IX SMP. tepatnya kelas IX H di SMP N 1 Rembang. di sekolah inilah aku mulai mengukir banyak prestasi. Tidak kusangka, orang kayak aku yang hanya berstatus sekolah di desa, bisa menjadi orang besar yang bisa bersaing dengan cukup bagus.
Di SMP aku menjabat sebagai Ketua OSIS. entah dari mana awalnya aku bisa menjadi seperti itu, tapi yaa mungkin itu semua memang udah ada yang menentukan.
Sekarang, fokus dengan Ujian Nasional 2014. Berharap bisa jadi yang terbaik sekab. Rembang, bahkan senasional dengan nime. 40,00 Amiiinnnn . Minimal 3 Mapel dapet 10 deh. Dan masuk ke SMA terfavorit. Amin ya Robbal Alamin. :)
Untuk Hobi, aku suka Musik, Sastra, dan Alam.
Mimpi ku pengin jadi orang sukses yang bisa ke luar negeri gratis, belajar, dan bekerja di sana, tapi tidak ingin meninggalkan Tanah Air Indonesia :)
Jadi dokter sekaligus writer yang terkenal itu aja aku udah bersyukur banget.
Pengin ke Paris sama sii Diye :) :*
Pengin kuliah di luar negeri gratis tis tis tis dan dibiayain pemerintah sampe dapet gelar yang setinggi - tingginya.
Pengin di undang ke rumah Pak Presiden.
Pengin ketemu sama Raditya Dika .
Pengin punya segala sesuatu yang aku inginkan dengan hasil kerja tanganku sendiri.
Pengin ngrubah negara Indonesia menjadi negara yang Maju.
Pengin menghapus kebodohan dan kemiskinan di dunia,... dan masih banyak lagi mimpiku. :)
Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin Ya Allah,, :) semoga semua itu tidak hanya mimpi ya? moga bisa jadi kenyataan . Amin,
*That's enough about Me....
IF YOU CAN DREAM, YOU CAN DO IT !!!!!!
My Life Story (Part III)
C. SANG PUTRI JATUH CINTA
Pagi yang indah,, seindah hatiku di pagi hari ini. Kulangkahkan kakiku untuk turun dari ranjang tidurku. Entah kenapa, pagi ini hatiku sangat bersemangat. Ingin rasanya aku mengitari dunia ini, menikmati sejuknya udara disekitar istana baruku. entah apa yang membawa aku untuk keluar dari rumahku, dan entah apa yang ingin aku temui dan yang ingin aku lakukan. Tapi, terbesit suara di dalam hatiku, suara yang mengajakku untuk menemui seseorang. Seseorang? Siapa? Emmhh.. mungkin pangeran yang tadi sore aku temui.
Aku segera bergegas untuk keluar rumah, menyusuri jalan - jalan kecil yang kemarin sore aku lewati. Berharap, aku juga menemui seseorang yang kemarin sore sempat bercanda tawa denganku. siapa lagi kalau bukan Indra. Oh My God.. kenapa aku jadi mikirin Indra terus ya? Masak aku suka sama Indra? padahal belum genap satu hari aku kenal sama dia. bahkan cuma beberapa menit saja aku ngobrol sama dia, tapi perasaanku serasa dipenuhi oleh dia.. Sungguh aku tak mengerti, jujur aku belum pernah merasakan ini sebelumnya. Apa mungkin aku jatuh cinta sama Indra?
Cinta?? bahkan aku baru mengenal kata itu detik ini. Kata yang sampai sekarang baru aku kenal. Aku merenung,,, kuhentikan langkah kakiku tepat di depan bangku dimana aku bertemu Indra kemarin sore. aku duduk dan berfikir tentang apa yang aku rasakan saat ini.
Aku merenung terlalu lama,,, lama sekali.. sampai matahari mulai meninggi. Hari semakin cerah oleh sinar matahari, pertanda bahwa aku harus pulang untuk sarapan pagi. Tapi.. ternyata, seseorang yang ingin aku temui tak juga datang. Mungkin aku nggak akan bertemu dengan dia lagi, dan mungkin juga aku nggak akan pernah mengenal kata cinta lagi.
Ahh sudahlah..
Matahari pagi yang semakin meninggi menemani langkahku untuk kembali ke istana baruku. Suasana pagi ini memang sedikit berbeda dengan suasana kemarin sore. Pagi ini banyak orang yang berlari - larian untuk jalan pagi. Dan aku tidak melihat ada anak - anak seusiaku sama sekali. Entahlah.. mungkin mereka masih tidur, atau mungkin memang tidak ada anak - anak di perumahan ini. seenggaknya masih ada satu anak yang sebaya denganku, dan hari ini anak itu tak ada juga? Oh Tuhan.,,,, malang sekali aku ini, tinggal di istana megah yang sunyi tanpa canda ria suara anak - anak.
Ini hari Minggu... jadi ayah tidak pergi ke kantor. Tapi,, serasa ada yang aneh deh,,.. Ya Tuhan.. ini kan hari terakhir liburan, dan besok harus udah masuk ke sekolah baruku. Haduh,, apa sih yang ada difikiranku? sampai sampai aku lupa kalau ini adalah hari terakhir libur sekolah? Baru nyebut kata cinta sekali aja udah bikin aku lupa hari, apalagi kalau udah merasakan? Bisa bisa lupa abjad deh aku.... -_____-
Akupun segera membereskan baju - baju dan seragamku yang masih kececeran dari kemarin. Semua barang - barang telah selesai aku keluarkan dan aku tata dengan rapi di kamar baruku. Dan hari sudah semakin siang, tapi aku belum beli peralatan sekolah sekalipun. Haduuhh,,, bakalan super sibuk deh hari ini.
Tanpa berfikir panjang aku pun segera meminta ayah untuk menemani aku membeli peralatan sekolah, mulai dari tas, sepatu, buku dan lainnya.
"Yah,,, temenin aku ke mall yuk? sekalian jalan - jalan."
"Mau ngapain? kita kan baru aja pindahan masak udah langsung jalan - jalan sih?"
"Aduh ayah.. besok itu aku udah masuk sekolah, dan aku belum punya sepatu, tas, sama buku. Masak besok aku sekolah pake sendal sih?"
"Ooh begitu,, iya deh nanti ayah antar, tapi jangan sekarang ya? soalnya masih panas. Sekarang kamu tidur dulu, nanti malam baru kita jalan - jalan sekalian makan malam di luar ya?"
"Beneran yah? makasih ya yah?"
Setelah sholat maghrib aku pun segera ganti baju dan bergegas untuk menuju ke mobil, siap untuk melihat kota metropolitan di malam hari. Lampu - lampu yang bersinar terang dan suara bising berbagai macam kendaraan menghiasi malam ini.
Sudah hampir 2 jam aku keliling - keliling mall, peralatan yang aku butuhkan pun juga sudah ada di tanganku. ingin rasanya aku segera pulang dan tepar di atas ranjang tidurku yang sudah menantiku.
Ketika perjalanan pulang, dengan tidak sengaja aku melihat ada seorang wanita paruh baya yang dengan tubuh lemas bersimpuh di pinggir jalan, aku dan ayah segera menghampiri wanita itu. tubuhnya sangat lemas, bahkan sudah tidak kuat lagi untuk bicara.
Aku dan ayah segera membawa wanita itu ke dalam mobil dan mengajaknya pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, aku segera memberi wanita itu makan dan selesai makan, dia mulai menceritakan tentang dirinya.
"Makasih ya nak, sudah bersedia untuk menolong saya."
"Iya sama - sama buk, nama ibu siapa?" tanya ayah.
"Panggil saja saya mbok inem tuan.. rumah saya digusur, jadi saya sudah tidak tahu lagi dimana saya harus tinggal. Sudah tidak ada yang mau merawat saya. Bolehkah saya bekerja di sini? jadi pembantu pun saya mau"
"Mbok inem boleh tinggal di sini, dan anggap saja kami keluarga mbok inem sendiri" hibur ibu.
"Terima kasih buk, pak"
"Oh ya.. kenalin mbok, namaku Azwa, panggil saja aku Wawa. aku seneng mbok inem di sini, jadi ada yang nemenin aku selagi ayah dan ibu bekerja"
"Iya wawa,, "
"Nah, wawa.sekarang kamu anterin mbok inem ke kamar belakang ya? biar istirahat dulu, kasihan masih lemas gitu"
"Baik yah.."
Dan sekarang, aku pun punya anggota keluarga baru. meskipun tidak teman sebaya seperti yang aku inginkan, tapi aku cukup seneng kok dengan hadirnya mbok inem di rumahku, hitung - hitung biar aku nggak kesepian.
Tuhan, terima kasih telah menghadirkan aku seorang teman lagi :) seorang teman bagiku, seorang anggota keluarga baruku, sekaligus menjadi teman penghapus kesepianku. Thanks God :)
Pagi yang indah,, seindah hatiku di pagi hari ini. Kulangkahkan kakiku untuk turun dari ranjang tidurku. Entah kenapa, pagi ini hatiku sangat bersemangat. Ingin rasanya aku mengitari dunia ini, menikmati sejuknya udara disekitar istana baruku. entah apa yang membawa aku untuk keluar dari rumahku, dan entah apa yang ingin aku temui dan yang ingin aku lakukan. Tapi, terbesit suara di dalam hatiku, suara yang mengajakku untuk menemui seseorang. Seseorang? Siapa? Emmhh.. mungkin pangeran yang tadi sore aku temui.
Aku segera bergegas untuk keluar rumah, menyusuri jalan - jalan kecil yang kemarin sore aku lewati. Berharap, aku juga menemui seseorang yang kemarin sore sempat bercanda tawa denganku. siapa lagi kalau bukan Indra. Oh My God.. kenapa aku jadi mikirin Indra terus ya? Masak aku suka sama Indra? padahal belum genap satu hari aku kenal sama dia. bahkan cuma beberapa menit saja aku ngobrol sama dia, tapi perasaanku serasa dipenuhi oleh dia.. Sungguh aku tak mengerti, jujur aku belum pernah merasakan ini sebelumnya. Apa mungkin aku jatuh cinta sama Indra?
Cinta?? bahkan aku baru mengenal kata itu detik ini. Kata yang sampai sekarang baru aku kenal. Aku merenung,,, kuhentikan langkah kakiku tepat di depan bangku dimana aku bertemu Indra kemarin sore. aku duduk dan berfikir tentang apa yang aku rasakan saat ini.
Aku merenung terlalu lama,,, lama sekali.. sampai matahari mulai meninggi. Hari semakin cerah oleh sinar matahari, pertanda bahwa aku harus pulang untuk sarapan pagi. Tapi.. ternyata, seseorang yang ingin aku temui tak juga datang. Mungkin aku nggak akan bertemu dengan dia lagi, dan mungkin juga aku nggak akan pernah mengenal kata cinta lagi.
Ahh sudahlah..
Matahari pagi yang semakin meninggi menemani langkahku untuk kembali ke istana baruku. Suasana pagi ini memang sedikit berbeda dengan suasana kemarin sore. Pagi ini banyak orang yang berlari - larian untuk jalan pagi. Dan aku tidak melihat ada anak - anak seusiaku sama sekali. Entahlah.. mungkin mereka masih tidur, atau mungkin memang tidak ada anak - anak di perumahan ini. seenggaknya masih ada satu anak yang sebaya denganku, dan hari ini anak itu tak ada juga? Oh Tuhan.,,,, malang sekali aku ini, tinggal di istana megah yang sunyi tanpa canda ria suara anak - anak.
***
Akupun segera membereskan baju - baju dan seragamku yang masih kececeran dari kemarin. Semua barang - barang telah selesai aku keluarkan dan aku tata dengan rapi di kamar baruku. Dan hari sudah semakin siang, tapi aku belum beli peralatan sekolah sekalipun. Haduuhh,,, bakalan super sibuk deh hari ini.
Tanpa berfikir panjang aku pun segera meminta ayah untuk menemani aku membeli peralatan sekolah, mulai dari tas, sepatu, buku dan lainnya.
"Yah,,, temenin aku ke mall yuk? sekalian jalan - jalan."
"Mau ngapain? kita kan baru aja pindahan masak udah langsung jalan - jalan sih?"
"Aduh ayah.. besok itu aku udah masuk sekolah, dan aku belum punya sepatu, tas, sama buku. Masak besok aku sekolah pake sendal sih?"
"Ooh begitu,, iya deh nanti ayah antar, tapi jangan sekarang ya? soalnya masih panas. Sekarang kamu tidur dulu, nanti malam baru kita jalan - jalan sekalian makan malam di luar ya?"
"Beneran yah? makasih ya yah?"
****
D. ANGGOTA BARU
Sudah hampir 2 jam aku keliling - keliling mall, peralatan yang aku butuhkan pun juga sudah ada di tanganku. ingin rasanya aku segera pulang dan tepar di atas ranjang tidurku yang sudah menantiku.
Ketika perjalanan pulang, dengan tidak sengaja aku melihat ada seorang wanita paruh baya yang dengan tubuh lemas bersimpuh di pinggir jalan, aku dan ayah segera menghampiri wanita itu. tubuhnya sangat lemas, bahkan sudah tidak kuat lagi untuk bicara.
Aku dan ayah segera membawa wanita itu ke dalam mobil dan mengajaknya pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, aku segera memberi wanita itu makan dan selesai makan, dia mulai menceritakan tentang dirinya.
"Makasih ya nak, sudah bersedia untuk menolong saya."
"Iya sama - sama buk, nama ibu siapa?" tanya ayah.
"Panggil saja saya mbok inem tuan.. rumah saya digusur, jadi saya sudah tidak tahu lagi dimana saya harus tinggal. Sudah tidak ada yang mau merawat saya. Bolehkah saya bekerja di sini? jadi pembantu pun saya mau"
"Mbok inem boleh tinggal di sini, dan anggap saja kami keluarga mbok inem sendiri" hibur ibu.
"Terima kasih buk, pak"
"Oh ya.. kenalin mbok, namaku Azwa, panggil saja aku Wawa. aku seneng mbok inem di sini, jadi ada yang nemenin aku selagi ayah dan ibu bekerja"
"Iya wawa,, "
"Nah, wawa.sekarang kamu anterin mbok inem ke kamar belakang ya? biar istirahat dulu, kasihan masih lemas gitu"
"Baik yah.."
Dan sekarang, aku pun punya anggota keluarga baru. meskipun tidak teman sebaya seperti yang aku inginkan, tapi aku cukup seneng kok dengan hadirnya mbok inem di rumahku, hitung - hitung biar aku nggak kesepian.
Tuhan, terima kasih telah menghadirkan aku seorang teman lagi :) seorang teman bagiku, seorang anggota keluarga baruku, sekaligus menjadi teman penghapus kesepianku. Thanks God :)
Raditya Dika Fans Club
Okey Sob,, setiap manusia pasti punya kegemaran masing - masing bukan? Dan pasti mereka juga punya penggemar dan seseorang yang digemari. Seperti aku sendiri lah.... ada yang menggemari dan ada juga yang aku gemari.
Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan kata fans bukan? begitu juga dengan aku. hampir setiap hari aku mendengar kata itu. Aku punya fans dan aku juga nge-fans sama seseorang. Yah.. meskipun orang yang ngefans sama aku sedikit sih..
Raditya Dika, ... yah, itulah nama yang aku gemari. Writer yang memiliki nama asli Dika Angkasaputra Moerwani yang biasa disapa Bang Radhit lahir pada tanggal 28 Desember 1984. Aku menggemari penulis itu sejak aku melihat buku dan film yang pertama kali diterbitkannya pada tahun 2005 yang berjudul "Kambing Jantan". Dia suka menulis, dan aku pun juga. Mungkin itu yang menyebabkan aku ngefans sama dia.
Dari kecil aku suka banget baca - baca buku. dari buku cerpen, komik, bahkan novel. Tapi anehnya, paling nggak seneng kalo harus baca buku pelajaran yang tebelnya melebihi kamus Besar Bahasa Indonesia. Padahal kalau novel aja semangatnya minta ampun deh.
Aku gemar nulis juga, tapi entah kenapa sampai kelas IX ini, tulisanku dari kecil nggak berubah - berubah, tetep aja kayak dulu, nggak pernah rapi. Sekalipun awalnya rapi, pasti ujung - ujungnya berantakan lagi. Mungkin harus kursus nulis juga kali yak?
Okey,, itu sedikit tentang kegemaranku. Kembali lagi ke Bang Radhit okey?
Aku ngefans banget sama cerita - cerita yang buat oleh Bang Radhit, ceritanya itu lengkap deh. mulai dari unsur pendidikan ada, komedi ada, cinta ada, dan serius juga ada.
Cerita2 yang dia buat itu berdasarkan pengalaman pribadi dirinya yang ditulis dan diabadikan dalam sebuah blog. Kenapa aku membuat blog? salah satu alasannya adalah ya itu tadi. Pengin kayak Bang Radith, belajar pengalaman dari sebuah blog.
Tapi bukan berarti,, sepenuhnya aku buat blog karena Bang Radith. alasan lain ya karena aku suka nulis, dengan nulis aku bisa ngilangin semua stress dan fatamorgana kehidupan dari otakku yang tiap hari suntuk mikirin pelajaran.
Sekarang, aku pengin banget lihat filmnya yang kedua, yang berjudul "Cinta Brontosaurus". Moga kesampaian iyah?
Sekarang, aku pengin banget lihat filmnya yang kedua, yang berjudul "Cinta Brontosaurus". Moga kesampaian iyah?
Wish,, someday i can study together with Bang Radith. :)
*Rembang, 5 Agustus 2013 :* Bay bay :)
Sabtu, 03 Agustus 2013
My Life Story (Part II)
B. Rumah Baru
Dengan mengucap basmallah aku melangkahkan kakiku untuk memasuki rumah baruku, berharap aku bisa betah untuk tinggal di sana dan mudah untuk beradaptasi dengan orang - orang yang masih asing bagiku. Ruang tamu, ruang keluarga, dapur, dan ruang - ruang lainnya menurutku tidak ada yang spesial. Semua itu memiliki suasana yang sama dengan rumahku di Bengangon. Yang membedakan adalah kamar tidurku. Ya jelas beda dong dengan yang ada di Bengangon, secara gitu kamarku yang ada di Bengangon telah memiliki sejuta kenangan, terutama dengan sahabat - sahabatku Ana dan Ani. Bicara tentang Ana dan Ani, aku kok jadi kangen mereka ya? kenapa mereka nggak sms aku? masak baru sehari aja aku pergi mereka udah lupa sama aku? ah mungkin mereka sedang sibuk atau nggak punya pulsa kali. Positif thinking aja deh :)
Ku letakkan koper dan tasku di atas ranjang tidurku, segera aku ambil peralatan mandiku. Badanku serasa lengket bak penuh lem yang merekat di seluruh tubuhku.
Selesai mandi, aku segera menata seluruh bajuku. Lelah rasanya jika aku harus menata baju yang segitu banyaknya sekarang. Badanku sudah tidak bisa diajak kompromi lagi, begitupun juga dengan mataku. Tanpa tersadar, tubuhku yang sudah tidak mampu berdiri ini terlentang di atas ranjang yang empuk itu. Aku tertidur sampai sore hari.
Setelah bangun tidur, ternyata matahari belum terbenam. dan aku lebih memilih untuk jalan - jalan mengelilingi komplek perumahanku, dari pada harus menata baju - baju yang berceceran di lantai.
Komplek perum. ini masih terasa asing bagiku, mulai dari orang - orangnya, rumah - rumah, dan gangnya pun masih sangat tidak aku mengerti. Namun, untungnya aku masih ingat jalan untuk menuju rumahku, jadi tidak usah khawatir kalau aku nantinya akan kesasar dan nggak bisa pulang.
Jalan demi jalan, rumah demi rumah telah aku telusuri, tapi aneh sekali... perumahan sebesar ini, serasa seperti melewati kuburan. Bukan masalah seramnya.. tapi,,, sepinya minta ampun. Dari tadi, tidak ada satu orang pun yang aku temui, semua pintu rumah bahkan tidak ada yang terbuka. Aneh sekali bukan...??
Tapi aku tidak mau dibilang orang bodoh,, ini kan perumahan elite, jadi yang tinggal di sini pasti para pegawai yang tinggal di kantoran. Dan kalau jam segini pasti mereka belum pulang, jadi ya pasti sepi begini.. serasa tidak punya tetangga. Beda banget ya sama di Bengangon. Sore - sore begini biasanya aku lagi main petak umpet sama temen - temenku. Tapi... kalau di sini? aku main sama siapa dong?
Aku merenung..... duduk di sebuah bangku di depan sebuah rumah.
"Hey..... Kamu siapa?"
Aku terkejut mendengar seseorang memanggilku. Mataku bersinar ketika mendengar ada suara anak - anak. Dan ternyata,,, ada anak yang sebaya denganku juga rupanya. Tapi sayang.. dia laki - laki. Mataku kembali meredup.
Tapi,,, hemmm apa salahnya kalau dia laki - laki? Asalkan dia baik,, mungkin bisa jadi temen baikku :)
Anak itu mendekatiku.
"Kamu siapa? Pendatang baru ya?"
"He.em" jawabku singkat tanpa berkata panjang lebar.
"Pindahan dari mana?"
"Dari Semarang"
"Oooohh... kenalin namaku Indra, nama kamu siapa?"
"Emh... namaku Azwa, boleh panggil aku Azwa, atau Wawa "
"Okey,,, boleh aku panggil kambing nggak?"
"Icch.. jangan dong.. haha "
Canda kita berdua... Walaupun kita baru kenal, tapi kita sudah kayak bersahabat bertahun - tahun. padahal baru kenal. Indra menurutku adalah sosok orang yang sangat beda di mataku, selain baik, dia juga manis, tampan, apalagi di tambah gigi- giginya yang dikawat hitam itu. Uhhh... dia itu bagai pangeranku . :)
Tidak terasa, waktu sudah semakin sore... dan aku harus segera pulang sebelum hari mulai gelap. Hembusan angin yang bertiup, serasa semakin menyejukkan hatiku dan mengiringi setiap langkahku. Langkah untuk kembali menuju istana baruku. Istana yang berdiri megah di Kota Metropolitan. :)
Dengan mengucap basmallah aku melangkahkan kakiku untuk memasuki rumah baruku, berharap aku bisa betah untuk tinggal di sana dan mudah untuk beradaptasi dengan orang - orang yang masih asing bagiku. Ruang tamu, ruang keluarga, dapur, dan ruang - ruang lainnya menurutku tidak ada yang spesial. Semua itu memiliki suasana yang sama dengan rumahku di Bengangon. Yang membedakan adalah kamar tidurku. Ya jelas beda dong dengan yang ada di Bengangon, secara gitu kamarku yang ada di Bengangon telah memiliki sejuta kenangan, terutama dengan sahabat - sahabatku Ana dan Ani. Bicara tentang Ana dan Ani, aku kok jadi kangen mereka ya? kenapa mereka nggak sms aku? masak baru sehari aja aku pergi mereka udah lupa sama aku? ah mungkin mereka sedang sibuk atau nggak punya pulsa kali. Positif thinking aja deh :)
Ku letakkan koper dan tasku di atas ranjang tidurku, segera aku ambil peralatan mandiku. Badanku serasa lengket bak penuh lem yang merekat di seluruh tubuhku.
Selesai mandi, aku segera menata seluruh bajuku. Lelah rasanya jika aku harus menata baju yang segitu banyaknya sekarang. Badanku sudah tidak bisa diajak kompromi lagi, begitupun juga dengan mataku. Tanpa tersadar, tubuhku yang sudah tidak mampu berdiri ini terlentang di atas ranjang yang empuk itu. Aku tertidur sampai sore hari.
Setelah bangun tidur, ternyata matahari belum terbenam. dan aku lebih memilih untuk jalan - jalan mengelilingi komplek perumahanku, dari pada harus menata baju - baju yang berceceran di lantai.
Komplek perum. ini masih terasa asing bagiku, mulai dari orang - orangnya, rumah - rumah, dan gangnya pun masih sangat tidak aku mengerti. Namun, untungnya aku masih ingat jalan untuk menuju rumahku, jadi tidak usah khawatir kalau aku nantinya akan kesasar dan nggak bisa pulang.
Jalan demi jalan, rumah demi rumah telah aku telusuri, tapi aneh sekali... perumahan sebesar ini, serasa seperti melewati kuburan. Bukan masalah seramnya.. tapi,,, sepinya minta ampun. Dari tadi, tidak ada satu orang pun yang aku temui, semua pintu rumah bahkan tidak ada yang terbuka. Aneh sekali bukan...??
Tapi aku tidak mau dibilang orang bodoh,, ini kan perumahan elite, jadi yang tinggal di sini pasti para pegawai yang tinggal di kantoran. Dan kalau jam segini pasti mereka belum pulang, jadi ya pasti sepi begini.. serasa tidak punya tetangga. Beda banget ya sama di Bengangon. Sore - sore begini biasanya aku lagi main petak umpet sama temen - temenku. Tapi... kalau di sini? aku main sama siapa dong?
Aku merenung..... duduk di sebuah bangku di depan sebuah rumah.
"Hey..... Kamu siapa?"
Aku terkejut mendengar seseorang memanggilku. Mataku bersinar ketika mendengar ada suara anak - anak. Dan ternyata,,, ada anak yang sebaya denganku juga rupanya. Tapi sayang.. dia laki - laki. Mataku kembali meredup.
Tapi,,, hemmm apa salahnya kalau dia laki - laki? Asalkan dia baik,, mungkin bisa jadi temen baikku :)
Anak itu mendekatiku.
"Kamu siapa? Pendatang baru ya?"
"He.em" jawabku singkat tanpa berkata panjang lebar.
"Pindahan dari mana?"
"Dari Semarang"
"Oooohh... kenalin namaku Indra, nama kamu siapa?"
"Emh... namaku Azwa, boleh panggil aku Azwa, atau Wawa "
"Okey,,, boleh aku panggil kambing nggak?"
"Icch.. jangan dong.. haha "
Canda kita berdua... Walaupun kita baru kenal, tapi kita sudah kayak bersahabat bertahun - tahun. padahal baru kenal. Indra menurutku adalah sosok orang yang sangat beda di mataku, selain baik, dia juga manis, tampan, apalagi di tambah gigi- giginya yang dikawat hitam itu. Uhhh... dia itu bagai pangeranku . :)
Tidak terasa, waktu sudah semakin sore... dan aku harus segera pulang sebelum hari mulai gelap. Hembusan angin yang bertiup, serasa semakin menyejukkan hatiku dan mengiringi setiap langkahku. Langkah untuk kembali menuju istana baruku. Istana yang berdiri megah di Kota Metropolitan. :)
Asal Usul Desa Dresen
Nih, Sob.. salah satu cerita legenda buatan saya :) Simple sih,, soalnya baru coba - coba... :D
Akhirnya, mereka mempunyai niat untuk menculik gadis itu. Tapi, mereka malah ketahuan oleh keluarga tersebut, hingga mereka dikejar-kejar oleh warga di desa tersebut. Tapi, tetap saja warga tidak bisa menangkap kedua maling itu, karena Maling Kopo dan Kenthiri larinya sangat kencang, layaknya kereta express. Hingga kedua maling tersebut merasa sangat lelah dan haus. Ketika mereka sedang berusaha mencari air , mereka menemui seorang pria tua yang sedang menyadap legen. Mereka menyebutnya nderes legen. Nama penyadap legen tersebut adalah Pak Rahmat. Mereka meminta legen kepada Pak Rahmat, dan mereka berjanji akan membayarnya berapapun harganya. Karena mereka merasa memiliki uang dan harta yang banyak, setelah merampok rumah saudagar kaya raya tadi. Dan Pak Rahmatpun percaya akan omongan kedua pemuda tersebut, karena Pak Rahmat tidak tahu kalau kedua pemuda tersebut adalah maling. 10 bumbung legen telah mereka habiskan. Pak Rahmat hanya bisa melongo dan kagum dengan kedua pemuda tersebut. Ketika pemuda tersebut telah selesai minum legen, Pak Rahmatpun menagih uang mereka.
Tapi, ketika mereka akan membayar legen tersebut, tiba-tiba Kopo dan Kenthiri kaget. Karena ternyata, uang hasil rampokan mereka tadi tidak ada. Mungkin uang mereka jatuh ketika sedang dikejar warga. Akhirnya Pak Rahmatpun marah kepada mereka. Karena untuk membuat satu bumbung legen saja, butuh waktu 3 hari 3 malam. Dan harganya pun juga mahal. Tapi, maling Kopo dan Kenthiri tetap tidak mau membayar. Akhirnya terjadilah pertengkaran antara Maling Kopo dan Kenthiri dengan Pak Rahmat. Tapi, Maling Kopo dan Kenthiri tidak bisa menahan emosi mereka. Dan karena mereka sakti, maka dengan mudahnya mereka bisa membunuh Pak Rahmat. Ketika mereka membunuh Pak Rahmat, disaksikan oleh semua warga yang tadinya mengejar Maling Kopo dan Kenthiri. Warga semakin marah karena kedua maling tersebut telah membunuh tetangga mereka, seseorang yang dianggap paling sepuh di desa itu. Lalu, ketika kedua maling itu melihat bahwa warga semakin marah, maka mereka kemudian lari dan meninggalkan desa tersebut. Tapi, sebelum lari , mereka sempat berpesan “ Apabila memang orang yang aku bunuh ini sangat terhormat bagi kalian, maka untuk mengenangnya , jika suatu saat desa ini menjadi ramai dan padat penduduknya, maka akan aku beri nama DRESEN, dari kata nderes dan legen. Karena orang yang aku bunuh ini pekerjaannya nderes legen”.
Setelah menyampaikan pesan tersebut, kedua maling tersebut akhirnya pergi dan lari sangat kencang sekali, sampai-sampai warga tidak bisa melihat mereka dalam sekejap. Akhirnya lama-kelamaan desa tersebut menjadi ramai dan padat penduduknya. Dan mereka memberi nama desa tersebut, Desa DRESEN. Yaitu, dari kata “nderes” atau menyadap dan “legen”. Karena mayoritas penduduk desa itu bekerja sebagai penyadap legen. Dan sampai sekarang desa tersebut dinamakan desa Dresen, terletak di dekat Desa Tasikharjo, Kec. Kaliori, Kab. Rembang.
Sekian dan Terima Kasih :)
ASAL
USUL DESA DRESEN
Pada zaman dahulu, ada sepasang kakak
adik. Namanya Kopo dan Kenthiri. Warga desa sering menyebutnya Maling Kopo dan
Maling Kenthiri. Karena pekerjaan mereka sehari-hari adalah maling. Meskipun
mereka saudara kandung, tapi mereka memiliki sifat yang sangat berbeda. Si
kakak, yaitu Maling Kopo memiliki sifat yang dermawan, meskipun dia memiliki
hasil curian yang sangat banyak, tapi dia tidak egois, artinya dia tidak
menggunakan hasil curiannya itu untuk dirinya sendiri, melainkan disumbangkan
kepada tetangganya yang kurang mampu dan membagi hasilnya dengan adiknya. Tapi,
lain dengan adiknya, yaitu Maling Kenthiri, ia sama sekali tidak mau membagi
hasil curiannya dengan orang lain, dengan kakaknyapun dia tidak mau berbagi.
Tapi, bagaimanapun kedua maling tersebut sama-sama tidak memiliki sifat yang
terpuji, karena mereka sama-sama maling. Mereka adalah maling yang boleh
dibilang maling kelas kakap. Karena,
meskipun mereka sering tertangkap, mereka tidak pernah kapok dengan hal yang dilakukannya.
Hingga pada suatu hari, ketika mereka berdua sedang maling di sebuah rumah
saudagar yang kaya raya, mereka melihat seorang gadis yang sangat cantik yang
sedang tidur.
Akhirnya, mereka mempunyai niat untuk menculik gadis itu. Tapi, mereka malah ketahuan oleh keluarga tersebut, hingga mereka dikejar-kejar oleh warga di desa tersebut. Tapi, tetap saja warga tidak bisa menangkap kedua maling itu, karena Maling Kopo dan Kenthiri larinya sangat kencang, layaknya kereta express. Hingga kedua maling tersebut merasa sangat lelah dan haus. Ketika mereka sedang berusaha mencari air , mereka menemui seorang pria tua yang sedang menyadap legen. Mereka menyebutnya nderes legen. Nama penyadap legen tersebut adalah Pak Rahmat. Mereka meminta legen kepada Pak Rahmat, dan mereka berjanji akan membayarnya berapapun harganya. Karena mereka merasa memiliki uang dan harta yang banyak, setelah merampok rumah saudagar kaya raya tadi. Dan Pak Rahmatpun percaya akan omongan kedua pemuda tersebut, karena Pak Rahmat tidak tahu kalau kedua pemuda tersebut adalah maling. 10 bumbung legen telah mereka habiskan. Pak Rahmat hanya bisa melongo dan kagum dengan kedua pemuda tersebut. Ketika pemuda tersebut telah selesai minum legen, Pak Rahmatpun menagih uang mereka.
Tapi, ketika mereka akan membayar legen tersebut, tiba-tiba Kopo dan Kenthiri kaget. Karena ternyata, uang hasil rampokan mereka tadi tidak ada. Mungkin uang mereka jatuh ketika sedang dikejar warga. Akhirnya Pak Rahmatpun marah kepada mereka. Karena untuk membuat satu bumbung legen saja, butuh waktu 3 hari 3 malam. Dan harganya pun juga mahal. Tapi, maling Kopo dan Kenthiri tetap tidak mau membayar. Akhirnya terjadilah pertengkaran antara Maling Kopo dan Kenthiri dengan Pak Rahmat. Tapi, Maling Kopo dan Kenthiri tidak bisa menahan emosi mereka. Dan karena mereka sakti, maka dengan mudahnya mereka bisa membunuh Pak Rahmat. Ketika mereka membunuh Pak Rahmat, disaksikan oleh semua warga yang tadinya mengejar Maling Kopo dan Kenthiri. Warga semakin marah karena kedua maling tersebut telah membunuh tetangga mereka, seseorang yang dianggap paling sepuh di desa itu. Lalu, ketika kedua maling itu melihat bahwa warga semakin marah, maka mereka kemudian lari dan meninggalkan desa tersebut. Tapi, sebelum lari , mereka sempat berpesan “ Apabila memang orang yang aku bunuh ini sangat terhormat bagi kalian, maka untuk mengenangnya , jika suatu saat desa ini menjadi ramai dan padat penduduknya, maka akan aku beri nama DRESEN, dari kata nderes dan legen. Karena orang yang aku bunuh ini pekerjaannya nderes legen”.
Setelah menyampaikan pesan tersebut, kedua maling tersebut akhirnya pergi dan lari sangat kencang sekali, sampai-sampai warga tidak bisa melihat mereka dalam sekejap. Akhirnya lama-kelamaan desa tersebut menjadi ramai dan padat penduduknya. Dan mereka memberi nama desa tersebut, Desa DRESEN. Yaitu, dari kata “nderes” atau menyadap dan “legen”. Karena mayoritas penduduk desa itu bekerja sebagai penyadap legen. Dan sampai sekarang desa tersebut dinamakan desa Dresen, terletak di dekat Desa Tasikharjo, Kec. Kaliori, Kab. Rembang.
Sekian dan Terima Kasih :)
Jumat, 02 Agustus 2013
All of Coz Love
12 Desember 2000,,, itulah hari pertama kita bertemu. Dan di hari itulah, mulai tumbuh benih - benih cinta dan kasih sayang di hatiku kepadamu. Benih - benih cinta yang belum pernah berani aku tanam sebelumnya, karena aku takut gagal dalam merawat benih benih itu. Tapi, entah mengapa... sejak hari itu, aku mulai memberanikan diri untuk menanam benih itu dan menjaganya hingga benih itu tumbuh subur di dalam hatiku. Aku mulai berikir, bahwa mungkin saja ini pertanda bahwa engkau adalah pemilik hatiku, pemilik butir butir cinta yang hendak aku tanam. Aku berharap bahwa engkau juga memiliki perasaan yang sama denganku.
Cinta.... satu kata tapi penuh makna. Dengan hadirnya cinta dalam hidupku, aku mulai merasakan ada yang berbeda dengan hidupku, dengan diriku, dengan hatiku, dan dengan duniaku. Entah mengapa,, semenjak hari itu, hari dimana aku melihat senyum indahmu, butir - butir cinta yang aku tanam serasa sudah mulai mengembang. Dan setiap kali aku berjumpa denganmu, bunga - bunga itu bermekaran seakan melebihi indahnya musim semi di Jepang. Aku tak tahu mengapa ini semua terjadi, tapi satu hal yang aku yakini, bahwa engkau adalah cinta sejatiku.
Cinta sejati,,,, emmmtt... dua kata tapi sulit dipercaya. yah... emang begitulah kenyataannya. Aku sempat berfikir, apakah cinta sejati itu benar - benar ada? Dan kalaupun itu ada, apa mungkin cinta sejati ku itu adalah kamu? Mungkin saja... Ahh lupakan cinta sejati. Yang sekarang menjadi masalah adalah apakah dia juga cinta sama aku? Apakah mungkin kalau dia .. si anak yang keren, tinggi, putih, aktif, pinter pula, suka sama orang yang dekil, item, kucel, culun, berkaca mata bulet yang kerjaannya tiap hari hanya meneteng buku - buku GAJE. Tapi... nggak terlalu buruk dengan kemampuan bahasa Inggrisku :). Apa mungkin? Ku rasa tidak.. :( Aha... :D kecuali kalau aku mau merubah penampilanku ini :) Ide yang bagus...
Semua akan aku lakukan demi kamu pangeranku :) :*
Okey,,, BTW dari tadi belum kenalan nih. Namaku Soyana Asmabida, panggil saja aku Soya. Sekarang aku duduk di bangku kelas 1 SMA. Dan pangeran yang dari tadi aku ceritakan itu, adalah Soni, bukan temen sekelas sih,, tapi aku cukup tahu lah tentang dia. Namanya juga cinta . ceilah... :D
Setiap hari, aku selalu menyempatkan diri untuk melihat pangeranku itu. Sampai - sampai, saat pelajaran seni budaya, pelajaran yang amat sangat tidak aku senangi, aku memberanikan diri untuk keluar kelas dan meminta izin untuk ke toilet, padahal sih sebenernya mau ngintip sang pangeran. :D
Ku tulis di buku diaryku, buku yang selalu menjadi tempat curhatku.Ku tulis dengan pena, dengan tinta yang sangat tebal. Kuukir namamu di atas kertas yang bergambar menara eiffel itu. Memang aku sangat suka dengan menara eiffel, tempat yang bisa dibilang paling romantis di dunia. Yeah.. memang disitulah aku ingin memadu kasih dengan cinta sejatiku. Dan aku ingin itu bersama kamu pangeranku :)
Kutulis di atas kertas itu, bahwa aku akan berbuat apapun demi kamu. Entah itu akan berhasil atau tidak, yang pasti aku akan tetap berjuang dan akan merubah diriku sesuai dengan apa yang kamu inginkan :)
Segala macam cara aku lakukan, mulai dari pemutihan, membaca buku - buku tentang cinta, mengikuti kegiatan - kegiatan yang dia ikuti, dan masih banyak deh pokoknya... semua itu aku lakukan demi kamu pangeranku :)
Sudah 2 tahun aku berusaha merubah penampilanku ini, dan semua itu nggak sia - sia.... sekarang aku sudah lebih menjadi seseorang yang sesungguhnya. Yah... meskipun belum sepenuhnya itu membuat Soni suka sama aku. Tapi, aku sudah cukup puas dengan usahaku selama ini.
Dan sekarang... aku sudah duduk di bangku kelas 3 SMA, begitupun dengan Soni. Tapi, sikap Soni ke aku nggak beda jauh dengan pertama kali kita bertemu. Soni tetap aja cuek sama aku. Padahal, aku sekarang sudah menjadi terkenal dan bintang di sekolah karena kecantikan dan kepandaianku ini. Yah,,, sekarang aku menjadi ahli dalam bidang designer, oleh karena itu aku sudah pandai dalam menata penampilanku sendiri.
Entah harus berapa lama lagi aku memendam perasaanku ini kepada Soni. Sudah hampir 3 tahun aku memendam perasaan ini. Butir cinta yang dulu aku tanam, kini sudah tumbuh menjadi bunga raksasa yang harum, dan sudah siap untuk diberikan kepada sang pangeranku itu. Tapi.. aku ragu untuk mengungkapkannya. Padahal sebentar lagi kita akan berpisah untuk melanjutkan kuliah masing - masing. Soni mungkin akan kuliah dalam jurusan kedokteran, sedangkan aku lebih memilih jurusan designer. tentu saja sangat sulit untuk mempertemukan kita kembali,... kecuali,,, kalau aku dan Soni pacaran. Tapi? mana mungkin itu semua terjadi?
Pengumuman kelulusan pun telah diumumkan, semua teman - temanku lulus 100% dengan nilai yang memuaskan, begitupun dengan aku.
Dihari itu, akupun mulai berani mengungkapkan perasaanku ini kepada Soni. Ragu awalnya, tapi aku sudah tidak kuat lagi jika harus membendung perasaanku ini, dengan membawa setangkai bunga mawar merah, aku beranikan diri untuk menemui Soni.
Di pinggir kolam renang itulah, aku melontarkan kata demi kata kepada Soni, entah kata apa yang aku ucap. mungkin itu hanyalah kata kata yang tidak penting bagi Soni.
"Kak Soni,,, aku sayang kamu. Aku cinta sama kamu sejak pertama kali aku melihat kamu. Sejak 3 tahun yang lalu. Mungkin dulu aku emang jelek , dekil, item, dan gak populer sama sekali. Tapi sekarang, aku sudah berbeda. segala macam cara telah aku lakukan untuk kamu, hanya untuk kamu. Apa kamu juga punya perasaan yang sama dengan aku? Tolong terima bunga mawar ini!!"
Mungkin ribuan kata yang aku keluarkan tidak akan mungkin meluluhkan hati Soni. Malu rasanya diriku setelah mengatakan itu. Sungguh betapa bodohnya diriku ini.. -___-
Namun, Soni hanya diam dan menatapku. Aku tak berani menatap wajahnya, aku hanya bisa menunduk. Memandangiku kakiku yang gemetaran. menunggu kata kata terlontar dari mulut Soni.
Dan...kata pertama pun keluar dari mulut Soni.
"Soyana Asmabida......"
Ya Tuhan... dia tahu nama lengkapku. Sungguh, aku tidak pernah menduga sebelumnya. Aku menjadi GR dengan kata pertama yang Soni ucapkan. Apa mungkin dia selama ini juga sering mengamatiku? Hatiku serasa sedang pawai.... :o :)
Kata kedua pun hendak terlontar dari mulutnya yang indah itu, dan kata itu adalah...
"Maaf,,, aku tidak bisa"
Sungguh, kata yang menyakitkan. Simple bagimu tapi tidak buat aku. Hanya 4 kata, tapi membuat seribu luka. Ternyata... kata manis yang diucapkan pertama, tidak semanis dengan yang kedua. Tanpa berfikir panjang aku pun segera lari tanpa menatap lagi wajahnya. Padahal aku ingin menatap wajahnya untuk yang terakhir kalinya.
Aku mempercepat langkahku untuk meninggalkan kolam renang itu.
"Soya.......!!!"
Langkahku terhenti ketika mendengar dia memanggil namaku.
"Maafkan aku Soya... Aku tidak pernah bermaksud untuk..."
Belum selesai dia bicara, aku sudah melangkahkan kakiku lagi dan tidak menghiraukan perkataannya lagi.
Dan ternyata itulah hari terakhir aku melihat wajah sang pangeranku. Pangeran yang selama ini aku idam - idamkan. Pangeran yang selama ini aku nantikan, ternyata perjuanganku selama ini sia - sia. Ahhhh .... sudahlah.. Lupakan saja... :( aku hanya bisa menangisi semua itu.
Dan dihari itu juga, aku memutuskan untuk melanjutkan kuliahku di Amerika untuk menjadi seorang designer. sesuai dengan keinginanku.
Di Amerika aku menjadi orang yang sangat populer, aku menjadi orang yang sukses dan berhasil di sana. Hanya saja, satu hal yang dari dulu tidak berubah sampai sekarang, yaitu hatiku. Di dalam hatiku masih saja ada nama pangeran lamaku. Soni :( .
Yeah.. mungkin ini yang namanya cinta sejati.... mungkin..... -_-
Sudah 5 tahun aku di Amerika. Dan di tahun 2010 ini, tepatnya tanggal 12 Desember 2010, aku harus kembali ke Indonesia untuk menghadiri sebuah acara stasiun TV. Tepat di hari itu, adalah 8 tahun aku menyayangi pangeranku. selama 8 tahun aku bisa menjaga perasaan dan butiran cinta ini.
Aku menghadiri acara TV itu. dan ketika diwawancarai tentang perjalanan hidupku, aku menceritakan semuanya tanpa mengenal rasa malu saat aku jelek dulu. Dan ketika ditanya tentang masalah kekasih.. aku hanya bisa diam, karena aku tidak mau menceritakan kisah cintaku yang hanya bertepuk sebelah tangan ini kepada publik. Aku terdiam... beberapa saat kemudian, Host dari acara itu, tiba - tiba memanggil seorang bintang tamu lagi. padahal sebelumnya tidak ada perjanjian untuk mengundang bintang tamu selain aku.
Aku sempat bertanya - tanya, siapa bintang tamu yang satu ini? Apa mungkin ibu? adek? atau ayahku? Kurasa tidak mungkin. Dan ternyata....
"Selamat datang kepada Soni Pramudharma.,,, "
ya Tuhan.. Soni? apakah Soni sang pangeranku itu? dan ternyata benar.. dia adalah Soni sang pangeran yang selama ini aku tunggu itu.... Mimpi apa aku semalam???
"Baiklah Nyonya Soya... apakah ada yang ingin anda tanyakan kepada Tuan Soni? Saya dengar anda telah memendam perasaan sejak kelas 1 SMA?"
Aku hanya tersenyum, karena masih terkejut dengan kedatanganku Soni secara tiba - tiba. Aku pun mulai melontarkan pertanyaan kepada Soni. Dan masih seperti dulu, tak ada yang berubah.. Soni tersenyum kepadaku dengan bibir indahnya itu.
"Kak Son, apakah kau sudah menikah?"
Dengan senyum indahnya, Soni mulai melontarkan kata dari mulutnya.
"Belum...."
satu kata yang cukup membuat hatiku berbunga - bunga. Tapi, apa mungkin kejadian 5 tahun yang lalu terulang kembali? Manis awalnya, tapi pahit kata keduanya. Tuhan.. aku takut kejaidan itu terulang kembali...
Aku pun mulai bertanya kembali..
"Mengapa?"
Mungkin hanya satu kata, tapi membutuhkan 1000 alasan .
"Karena... aku menunggu seseorang dari Amerika.."
Ya Tuhan.. sungguh aku tidak percaya,, ternyata selama ini Soni juga menunggu aku. Ternyata dia juga cinta sama aku.. Thanks God ,,,, :)
Hari itu adalah hari yang sangat bersejarah bagiku. Hari dimana aku bisa mendapatkan cinta sejatiku. Cinta sejati yang selama 8 tahun selalu aku jaga dalam hatiku. Aku percaya.. bahwa cinta sejati itu ada :)
Drama Bahasa Jawa
*Drama ini original dari saya waktu diberi tugas membuat sandiwara oleh Guru Bahasa Jawa saya :)
Tema : Budi Pekerti
Paraga :
a. Bu Wawa : Alda Sabilatul K.A.
b. Nini : Nur Azizah
c. Nanang : M. Khoirul Umam
d. Purwo : Aditya Ilham Prastika
e. Mbah Teguh : Adam Rahardi
BABAK I
Nini, Nanang, lan Purwo punika
siswa – siswi ingkang sekolah ing SMP N 1 Sukamundur. Ing sawijining dina,
nalika pelajaran Bahasa Jawa, Bu Wawa, inggih punika Guru Bahasa Jawa ing
sekolah punika, nerangake Bab tentang Budi Pekerti.
Bu
Wawa : “Sugeng Enjang, murid – murid?”
Murid–murid : “Sugeng Enjang Bu…..”
Bu
Wawa : “Kepriye kabare dina iki?”
Murid-murid : “Sae Bu…”
Bu
Wawa : “Alhamdu..???”
Murid-murid : “Lillah…”
Bu
Wawa : “Sek gak mlebu dina iki sopo?”
Murid-murid : “Paijo Bu…”
Bu
Wawa : “Loh loh.. Minggu wingi Paijo yo
ora mlebu. Lha dina iki kok gak mlebu maneh lapo toh
cah?”
Nini : “Ngiwangi macul bapake ing
sawah paling Bu…”
Nanang : “Heh, ngawur bae sampean iku! Nak
ngomong mbok yo dijogo, ngomong mbi guru kok
gak ana sopan santune
blas!”
Nini : “Yo iyo … Nganti wes apal aku.
Saben dina kok ngomong ngunu terus”
Purwo : “Wes meneng! Niku Bu,, mripate
Paijo sakit”
Nini : “Waah… Paling senengane
ngincengi wong iku… Hahaha”
Nanang : “Heh.. sampean iku iso meneng opo ora
leh? Jojohi sepatu malah!”
Nini : “Gage leh.. Nyoh nyoh nak ameh
mbok jojohi!!”
Purwo : “Wes Wes.. ribut bae sampean –
sampean kuwi!”
Bu
Wawa : “Sampun – sampun… Nini, ga
entuk ngomong ngunu. Paijo kan kancamu dhewe toh?
Yen mengkono, enggal
ditiliki bareng bareng nggih?
Murid-murid : “Enggih Bu….”
Bu
Wawa : “Nggih sampun. Saiki coba buka
kaca 298 buku paket, Bab Budi Pekerti”
Nini : “Eh iyo… aku lali ga nggowo
buku paket”
Nanang : “Halah… sampean iku yo oga lali. Tapi
wes langganan! Aja silehi ben ngowoh lah”
Nini : “Ora mbok silehi dak wes. Opo
iyo tak pikir? Pelit sampean iku! Muleh sekolah tak kon
digondol langit!”
Purwo : “Wes wes… Mrene Ni, ambi aku wae”
Nini : “Ngunuku koyok Purwo, wes
nggantheng.. apikan nyisan”
Murid-murid : “Ciyeeeeeee”
Bu
Wawa : “Sampun- sampun .. kok malah
ora sido pelajaran iki mengko. Waktune namung 5 menit
kok.e malah mbuk nggo
rebut dhewe. Bab ingkang kita pelajari dina iki yakuwi Bab
Budi Pekerti. Apa kuwi
Budi Pekerti?”
Nini : “Budi sing pekerti Bu…”
Nanang : “Ngawur huuuu”
Bu
Wawa : “Sampun – sampun… Budi Pekerti
yakuwi berarti moral lan kelakuan utawi tingkah laku
ingkang bagus nalika
urip ing alam donya iki. Tuladhane, kayata bocah kang kudu
nduweni sopan santun
lan tata krama kang bagus marang sapa bae. Ingkang utama
yakuwi marang bapak
lan ibu, marang bapak ibu guru, lan marang sapa wae kang luwih
sepuh. Kita wajib
hormat lan ngajeni meskipun marang wong kang durung dikenali.
Paham murid – murid?”
Murid-murid : “Enggih bu…”
Nanang : “Nyoh… rungokke Ni… apa ingkang
dipundhawuhi Bu Wawa”
Nini : “Masamu aku gak nduwe kuping
piye?”
Bu
Wawa : “Enggih sampun… yen ngunu
cekap semanten kalawau pelajaran ingkang kita bahas ing
dina iki. Coba kanggo
PR garapen kaca 313, Sugeng Enjang…”
Murid-murid : “Sugeng Enjang bu…”
BABAK
II
Ora krasa, wektu wes nuduhake jam
12.30, kaya biasa Nini, Nanang, lan Purwo muleh sekolah bareng – bareng.
Amarga, omahe cedhakan. Nalika ing dalan, Nini, Nanang, lan Purwo ketemu simbah
ingkang nembe nyeberang. Simbah ingkang nembe nyeberang kuwi katon sepuh lan
lemes banget.
Purwo : “Eh eh .. coba delengen kae. Ana
mbah mbah ing pinggir dalan. Parani yok?”
Nini : “Heh…! Aja… sampean nak
diculik”
Nanang : “Diculik sek tak kekno ndisik ya
sampean Ni”
Purwo : “Wes wes… lawong kayake arep
nyeberang kok. Ayo parani”
(Nini,
Nanang, lan Purwo marani simbah mau)
Nini : “Heh mbah tuwo. Kowe lagi lapo
iku?”
Purwo : “Husss… omonganmu kuwi lho dijaga.
Mau kan lagi bae didhawuhi Bu Wawa, mosok
wes lali?”
Nanang : “Ora nduwe kuping paling”
Purwo : “Mbah, panjenengan nembe nopo?”
Nini : “Lagi ngadek ngunu kok.e mbuk takoki leh?”
Nini : “Lagi ngadek ngunu kok.e mbuk takoki leh?”
Mbah
Teguh : “Arep nyeberang le… arep nggolek
maem. Sampun seminggu aku durung maem le…”
Purwo : “Asmane panjenengan sinten mbah?”
Mbah
Teguh : “Teguh le…”
Nini : “Wonge kok ora sebagus
jenenge?”
Nanang : “Huss… Wah saake bener mbah iki Pur…
ayo urunan Pur”
Nini : “Emoh aku.. ora ana gara – gara
atek nguruni wong ora jelas iki. Emange iku mbahem
piye kok mbok openi?
Kenal ae ora kok.e … Moh urunan aku. Paling ndara mbodoni
leh, seminggu ora
mangan kok ijeh urip”
Mbah
Teguh : “Heh nduk.. kowe iku anak.e sapa?
Ngomong kok ora iso dijogo. Kualat kowe nduk”
Nini : “Kualat elah. Aku ora wedi.
Minggir minggir mbah tuwo”
(Nini
lunga ninggalke Nanang, Simbah, lan Mbah Teguh tanpa sopan santun)
Purwo : “Mbah kula nyuwun pangapunten nggih
mbah kaliyan sifate Nini kalawau. Niki kula
kagungan arta sekedik
kangge tumbas maem mbah”
Mbah
Teguh : “Matursuwun nggih dik. Tulung
kandhani kancamu mau nggih? Dadi bocah mbok yo sek
nduwe sopan santun”
Nanang : “Yen ngoten kula pamit nggih mbah,
sampun sonten. Assalamu’alaikum”
Mbah
Teguh : “Wa’alaikumsallam”
(Nanang
lan Purwo banjur bali)
Nalika Nanang lan Purwo perjalanan
bali, ujug-ujug krungu suara ingkang banter banget. Nanang lan Purwo banjur
nggoleki asal suara kuwi mau. Jebul, kuwi suara motor ketibo. Banjur, Nanang
lan Purwo mara ing lokasi kecelakaan kuwi. Nanang lan Purwo kaget, jebulane
Nini dadi salah siji korban ing kecelakaan kuwi. Nini keserempet motor kuwi lan
tibo ing njero got. Dheweke rusoh kabeh lan sikile getehen.
Purwo : “Ya Allah Nini…. Ayo padha ing
puskesmas saiki”
Nanang : “Iyo.. ayo Ni… tak gendhong aku lan
Purwo”
Nini : “Huhuhuhuhuhuhuhu….”
(Nini
nangis amarga sikile lara. Banjur, Nanang lan Purwo enggal nggawa Nini mara
puskesmas. )
BABAK
III
Wus 5 dina Nini ora mlebu sekolah
amarga sikile iseh lara. Banjur, kanca- kanca sakelase lan padha niliki ing
omahe. Bu Wawa lan Mbah Teguh uga melu niliki. Amarga, Bu Wawa ngerti yen Nini
kecelakaan amarga kualat kaliyan mbah Teguh.
Murid-Murid : “Assalamu’alaikum”
Nini : “Wa’alaikum sallam. Eh kanca –
kanca lan Bu Wawa… ayo mlebu”
Bu
Wawa : “Piye kahananmu Ni?”
Nini : “Alhamdulillah sampun mendingan
Bu”
Bu
Wawa : “Ni… saka peristiwa iki,
awakmu kudu isa ngrubah sikapmu. Ngerti toh apa sek tak
karepake?”
Nini : “Enggih Bu…”
Bu
Wawa : “Nah, mumpung ing kene ana
Mbah Teguh. Enggala nyuwun pangapura marang Mbah
Teguh. Supaya, awakmu
cepet mari.”
Nini : “Enggih Bu… Mbah Teguh, kula
nyuwun pangapunten nggih…. Amargi kula sampun
kurang ajar kaliyan
panjenengan. Kula janji mboten mbaleni sikap kula malih”
Mbah
Teguh : “Iyo nduk… mbah nggih nyuwun
pangapunten. Amarga mbah wus nyumpahke awakmu.
Nanging, aja dibaleni
maneh nggih… dadi bocah kuwi kudu sek sopan. Aja semena –
mena, apa meneh karo
wong kang luwih sepuh. Aja mbaleni maneh nggih?”
Nini : “Enggih Mbah…”
Nanang : “Wah Nini cepet banget warase yo?
Hehe…”
Purwo : “Husss.. kancane dadi apik ga
Alhamdulillah kok.e malah ngomong ngunu piye toh
sampean kuwi?”
Bu
Wawa : “Nah… bocah – bocah saka
peristiwa iki, akeh pelajaran kang isa mbuk jipuk toh? Bilih
budi pekerti, sopan
santun, lan tata krama kuwi penting banget. Mula iku, dadea bocah
kang nduweni Budi
pekerti kang luhur. Paham?”
Murid-murid : “Paham Bu…”
Akhire, Nini sadar bilih dheweke selama iki kuwi salah lan dheweke
janji bakal ngrubah sikape supaya dadi bocah ingkang nduweni tata krama lan
sopan santun ingkang luhur.
Nah, saking cerita ing dhuwur,
kita sebagai murid – murid kudu nduweni budi pekerti kang luhur marang sapa
bae, kang utama yakuwi marang wong kang luwih sepuh.
JMATUR
NUWUNJ
Langganan:
Komentar (Atom)
+prm.jpg)
.jpg)
.jpg)



